|
Pemahaman akan air sebagai komposisi/ bahan baku serta bahan penunjang untuk industri farmasi memerlukan perhatian yang mendalam serta penanganan yang komprehensif, disamping aspek teknologi, pemenuhan dan ketaatan pada standard acuan, kelengkapan dokumentasi, dukungan purna jual, faktor ekonomi dalam hal ini investasi dan biaya pengoperasian termasuk pemerilihaan - perawatan harus dipertimbangkan untuk keberhasilan jangka panjang proses produksi.
Dalam memilih sistim pemurnian air bagi industri farmasi, termasuk distribusi dan penyimpanannya hendaknya mengacu pada konsep sebuah proyek antara lain : • Mendefinisikan permintaan kualitas dan kuantitas. Kualitas merujuk pada standard/ regulasi yang berlaku serta antisipasi pada standar yang lebih tinggi dimasa mendatang sedangkan kuantitas mengantisipasi pada kenaikan permintaan akan kebutuhan air dimasa mendatang • Memilih sebuah design yang professional. Konsep design yang dipilih saat ini, harus merupakan bagian dari konsep design masa mendatang. Proyek sekarang harus dapat digunakan jika terjadi perubahan pada system air dimasa mendatang (Prinsip Berkesinambungan) • Melakukan studi banding dari pemakai sebelumnya, serta mengambil manfaat dari keberhasilan maupun kegagalan pemakai (best practices). Termasuk dalam studi banding antara lain, perangkat – equipment, sistim kualifikasi dan manufacturer / vendors dan supporting resources (kehandalan dan komitment agent, pelayanan purna jual, pengetahuan akan proyek) • Melakukan study secara comprehensive, termasuk melakukan studi referensi dari acuan / regulasi yang berlaku, apakah masih dapat untuk keperluan lokal, regional atau harus memenuhi standard yang lebih tinggi (Standard International). Mengacu pada regulasi dan guidelines dari BPOM, PIC/S dan WHO.
Secara singkat suatu proyek hendaknya : • tepat guna : sesuai dan dapat memenuhi kebutuhan akan air industri yang ada saat ini dan mengantisipasi perkembangan bisnis perusahaan di masa mendatang • ekonomis : dari segi biaya operasi sehari-hari yang meliputi biaya listrik, bahan kimia, suku cadang peralatan, biaya operator termasuk harus diperhitungan, dengan tidak melupakan biaya awal proyek / initial investment • sederhana : sistim pengolahan air untuk farmasi hendak mudah dimengerti oleh pelaksana harian/ operator dan users. • knowledable : adanya alih pengetahuan dari manufacturer / vendors ke pemakai, dapat berupa training, peninjauan lapangan • praktis : mudah dioperasikan dan juga mudah dalam perawatan serta perbaikan • terpenting sistim yang telah ada harus merupakan bagian dari proses pengolahan lanjutan • konsep accessible, affordable dan available dalam pemilihan suatu sistim
Dikompilasi dari:
Air Dalam Industri Pharmasi, September 2005, Laporan Kerja Praktek, Dian Andriani / Sarjana Farmasi Universitas Indonesia, Mario V. L. & Hans K / Pharmaceutical Engineering student of Swiss German University, Paulus Gunawan/ Maintenance Manager PT AlpharmA
|