| Bahan Obat Ditemukan di dalam Air Minum di AS |
|
|
|
| Written by Administrator | |||||
| Saturday, 22 March 2008 | |||||
|
DARI REPUBLIKA ONLINE LOS ANGELES -- Warga Amerika Serikat (AS) kini dibuat resah dengan ditemukannya berbagai jenis bahan obat dalam pasokan air minum mereka. Berdasarkan penelitian Associated Press (AP) National Investigative Team, di dalam pasokan air minum di 28 kota besar di AS ditemukan berbagai jenis bahan obat. Di antaranya adalah antibiotik, ibuprofen, acetaminophen, antikejang, penstabil emosi, bahkan hormon seks. AP melakukan penelitian selama lima bulan di 35 kota besar di AS. Dari jumlah tersebut, 28 kota positif mengandung bahan obat, empat kota negatif, dan tiga kota sedang ditunggu hasilnya. Diperkirakan, pasokan air minum itu dikonsumsi sekitar 41 juta warga AS di 28 kota itu. Kota tersebut mulai dari South California hingga Northern New Jersey, Detroit hingga Louisville, Kentucky, termasuk Washington DC. Temuan ini tentu saja meningkatkan kekhawatiran di kalangan ilmuwan AS mengenai konsekuensi jangka panjang terhadap kesehatan manusia. Namun, hasil penelitian itu juga mengungkapkan bahwa konsentrasi bahan kimia itu kecil, jauh di bawah tingkat dosis medis. Para peneliti pun belum memahami resiko pasti dalam jangka panjang jika orang mengonsumsi bahan farmasi dosis sangat rendah dalam air minum tersebut. Meski demikian, AP menyatakan beberapa studi terakhir telah membuktikan bahwa ada dampak mengejutkan pada jaringan tubuh manusia dan hewan akibat pencemaran itu. Sayangnya, masyarakat belum begitu peduli dengan hasil temuan tersebut. Selama ini, ungkap AP, para pengelola dan pemasok air minum di AS jarang mengungkapkan hasil pemeriksaan kandungan bahan kimia. Misalnya, salah satu pemasok air minum utama di California menyatakan bahwa masyarakat tak paham cara menafsirkan suatu informasi yang harusnya tak menimbulkan kepanikan. Selama lima bulan penelitian tersebut, AP National Investigative Team melakukan pengkajikan terhadap ratusan laporan ilmiah, menganalisis bank data air minum federal, mengunjungi tempat kajian lingkungan hidup dan instalasi pengolahan, serta mewawancarai lebih dari 230 pejabat, para pakar perguruan tinggi, dan ilmuwan. Mereka juga meneliti 50 kota terbesar di negeri itu dan belasan pemasok utama air, serta pemasok air yang lebih kecil bagi masyarakat di semua 50 negara bagian. Lalu, bagaimana bahan obat itu bisa masuk ke dalam saluran pipa air minum? Penjelasannya cukup sederhana. Orang minum obat. Tubuh mereka menyerap sebagian obat, tapi sisanya dikeluarkan lewat urine, tentu melalui toilet. Air limbah tersebut diolah sebelum dialirkan ke waduk, sungai atau danau. Lalu, sebagian air itu dibersihkan lagi di instalasi pengolahan air minum dan disalurkan melalui pipa ke konsumen. ''Namun kebanyakan pengolahan tak menghilangkan semua kandungan obat,'' ungkap penelitian itu. Penyelidikan tersebut juga menunjukkan bahwa batas air, sumber alamiah bagi kebanyakan pasokan air di negara itu, juga tercemar. ''Kami paham, ada keprihatinan yang meningkat dan kami menanggapinya dengan sungguh-sungguh,'' kata Benjamin H Grumbles, asisten Administratur Pengarian di Lembaga Perlindungan Lingkungan Hidup AS. (mag/ap )
Powered by !JoomlaComment 3.12 Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved. |
|||||
| Last Updated ( Saturday, 22 March 2008 ) | |||||
| < Prev |
|---|